Syakhsiyah Islamiyah (kepribadian yang islami) tidak tumbuh seketika. Bagaikan bibit tanaman, ia perlu dipelihara dan ditumbuhkan secara bertahap berkesinambungan. Ia perlu dijaga dari hama yang bisa mematikan pertumbuhannya. Ia perlu disirami agar tetap segar dan terus tumbuh. Ia perlu dikenai sinar matahari agar senantiasa berkembang dengan normal. Bahkan suatu bibit tanaman perlu dipilihkan lahan yang subur yang bisa menjamin dirinya agar bisa terus tumbuh, berkuncup, berkembang dan berbuah.
Dalam diri manusia ada 3 potensi dasar yang harus dirawat secara seimbang agar syakhsiyah Islamiyah bersenyawa dalam diri manusia. Ketiga potensi itu adalah jasadiyah (jasmani), fikriyah (akal) dan maknawiyah (ruhani).
Diantara ketiga potensi itu, yang sering kali dilalaikan oleh kebanyakan manusia adalah potensi maknawiyah yang erat kaitannya dengan agama. Padahal maknawiyah yang sehat mampu menjadi pengendali gerak jasad dan penuntun fikiran manusia menuju kepuasan dan ketenangan batin yang hakiki.
Penguatan maknawiyah bisa diperoleh dalam forum-forum pengajian dan majelis taklim. Namun begitu, hampir semua majelis taklim tidak mengenal tangga-tangga tahapan untuk mencapai syakhsiyah Islamiyah. Bahkan faktanya para ustadz, kyai, penceramah dan mubaligh tidak terlalu ambil pusing dengan dampak dari isi ceramahnya terhadap para pendengarnya. Pokoknya nasehat agama sudah disampaikan. Titik. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari diserahkan sepenuhnya pada semua hadirin. Makanya, jarang sekali ditemukan orang yang syakhsiyah Islamiyahnya tumbuh dan besar dari lingkungan majelis taklim ataupun pengajian umum.
Disinilah letaknya perbedaan output antara pengajian umum dan forum halaqoh. Di dalam forum halaqoh, karakter islami ditumbuhkan, dirawat dan dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan meliputi ketiga potensi manusia. Di halaqoh, selain diisi dengan tausiyah (nasehat) dan taujih (arahan) agama, tersedia juga latihan-latihan beramal yang berat-ringannya disesuaikan dengan kesiapan anggotanya. Insya Allah secara perlahan dan secara manusiawi, profil pribadi muslim akan terbangun setahap demi setahap.
Pada tahap awal, karakter yang ingin dibangun adalah tumbuhnya perangai islami yang asasi dalam diri seorang muslim. Pada saat yang sama ia harus berupaya terlepas dari belenggu kemusyrikan serta memutuskan hubungan dengan siapa saja yang memusuhi Islam. Berikut ini adalah aspek-aspek dasar yang diharapkan bisa tumbuh dalam setiap pribadi muslim, yang terangkum dalam apa yang disebut syakhsiyah Islmaiyah I:
ASPEK AQIDAH
- Tidak berhubungan dengan jin
- Tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
- Tidak meramal nasib dengan melihat telapak tangan
- Tidak menghadiri majelis dukun dan peramal
- Tidak meminta berkah dengan mengusap-usap kuburan
- Tidak meminta tolong kepada orang yang telah dikubur (mati)
- Tidak bersumpah dengan selain Allah swt
- Tidak tasya’um (merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu)
- Mengikhlaskan amal untuk Allah swt
- Mengimani rukun iman
- Beriman kepada nikmat dan siksa kubur
- Mensyukuri nikmat Allah swt saat mendapatkan nikmat
- Menjadikan syetan sebagai musuh
- Tidak mengikuti langkah-langkah syetan
- Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya
ASPEK IBADAH
- Ihsan dalam Thaharah (bersuci)
- Ihsan dalam shalat
- Hafal Surat Adh-Dhuha s.d An-Naas
- Membayar zakat
- Berpuasa fardhu
- Niat melaksanakan haji
- Komitmen dengan adab tilawah
- Menjauhi dosa besar
- Memenuhi nadzar
- Menyebar luaskan salam
- Menahan anggota tubuh dari segala yang haram
- Tidak sungkan adzan
- Bersemangat untuk shalat berjamaah
- Bersemangat untuk berjamaah di masjid
- Qiyamul-Lail minimal sekali sepekan
- Berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan
- Khusyu’ dalam membaca Alquran
- Hafal satu juz Alquran
- Komitmen dengan wirid tilawah harian
- Berdoa pada waktu-waktu utama
- Menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristighfar
- Berniat pada setiap melakukan perbuatan
- Merutinkan dzikir pagi hari
- Merutinkan dzikir sore hari
- Dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan
- Beriktikaf pada bulan Ramadhan, jika mungkin
- Mempergunakan siwak
- Senantiasa menjaga kondisi Thaharah, jika mungkin
ASPEK AKHLAQ
- Tidak takabbur (sombong)
- Tidak imma’ah (asal ikut-ikutan, tidak punya prinsip)
- Tidak dusta
- Tidak mencaci-maki
- Tidak mengadu domba
- Tidak ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
- Tidak menjadikan orang buruk sebagai teman/sahabat
- Memenuhi janji
- Birrul Walidain (berbakti pada orang tua)
- Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada keluarganya
- Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya
- Tidak memotong pembicaraan orang lain
- Tidak mencibir dengan isyarat apapun
- Tidak menghina dan meremehkan orang lain
- Menyayangi yang kecil
- Menghormati yang besar
- Menundukkan pandangan
- Menyimpan rahasia
- Menutupi dosa orang lain
ASPEK HARTA DAN KEKAYAAN
- Menjauhi sumber penghasilan haram
- Menjauhi riba
- Menjauhi judi dengan segala macamnya
- Menjauhi tindak penipuan
- Membayar zakat
- Tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain
- Menabung, meskipun sedikit
- Menjaga fasilitas umum
- Menjaga fasilitas khusus
ASPEK KEILMUAN
- Baik dalam membaca dan menulis
- Memperhatikan hukum-hukum tilawah (kaidah membaca Al-Quran)
- Mengkaji marhalah Makkiyah (fase kehidupan Nabi Muhammad ketika di Makkah) dan menguasai karakteristiknya
- Mengenal 10 sahabat yang dijamin masuk surga
- Mengetahui hukum Thaharah
- Mengetahui hukum Shalat
- Mengetahui hukum Puasa
- Menyadari adanya peperangan zionisme terhadap Islam
- Mengetahui ghazwul fikri (perang pemikiran)
- Mengetahui organisasi-organisasi terselubung
- Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran
- Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’i
- Membaca satu juz tafsir Alquran (juz 30)
- Menghafalkan separuh Arba’in (1-20)
- Menghafalkan 20 hadits pilihan dari Riyadhush-Shalihin
- Membaca sesuatu yang di luar spesialisasinya 4 jam setiap pekan
- Memperluas wawasan diri dengan sarana-sarana baru
- Menjadi pendengar yang baik
- Mengemukakan pendapatnya
ASPEK KESEHATAN
- Bersih badan
- Bersih pakaian
- Bersih tempat tinggal
- Komitmen dengan olah raga 2 jam setiap pekan
- Bangun sebelum fajar
- Memperhatikan tata cara baca yang sehat
- Mencabut diri dari merokok
- Komitmen dengan adab makan dan minum sesuai dengan sunnah
- Tidak berlebihan dalam begadang
- Menghindari tempat-tempat kotor dan polusi
- Menghindari tempat-tempat bencana (bila masih di luar area)
ASPEK KESUNGGUHAN JIWA
- Menjauhi segala yang haram
- Menjauhi tempat-tempat maksiat
- Menjauhi tempat-tempat bermain yang haram
ASPEK TATA KELOLA
- Tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang Islam
- Memperbaiki penampilannya
ASPEK MANAJEMEN WAKTU
- Bangun pagi
- Menghabiskan waktu untuk belajar
ASPEK KEMANFAATAN BAGI YANG LAIN
- Melaksanakan hak kedua orang tua
- Membantu yang membutuhkan
- Memberi petunjuk orang tersesat
- Ikut berpartisipasi dalam kegembiraan
- Menikah dengan pasangan yang sesuai
Wallahu’alam

.jpg)


Artikel yang sangat bermanfaat.,, Jazzakallah khairan
BalasHapusSilakan kunjungi website kami : http://www.tehsekarmelati.com