Merajut Ukhuwah, Dalam Dakwah, Bernuansa Ilmiah
Thank You Allah atas Segala Limpahan Rahmat dan Nikmat-Mu

Minggu, 07 November 2010

Syakhsiyah Islamiyah (Bagian Pertama)

Syakhsiyah Islamiyah (kepribadian yang islami) tidak tumbuh seketika. Bagaikan bibit tanaman, ia perlu dipelihara dan ditumbuhkan secara bertahap berkesinambungan. Ia perlu dijaga dari hama yang bisa mematikan pertumbuhannya. Ia perlu disirami agar tetap segar dan terus tumbuh. Ia perlu dikenai sinar matahari agar senantiasa berkembang dengan normal. Bahkan suatu bibit tanaman perlu dipilihkan lahan yang subur yang bisa menjamin dirinya agar bisa terus tumbuh, berkuncup, berkembang dan berbuah.

Dalam diri manusia ada 3 potensi dasar yang harus dirawat secara seimbang agar syakhsiyah Islamiyah bersenyawa dalam diri manusia. Ketiga potensi itu adalah jasadiyah (jasmani), fikriyah (akal) dan maknawiyah (ruhani).

Diantara ketiga potensi itu, yang sering kali dilalaikan oleh kebanyakan manusia adalah potensi maknawiyah yang erat kaitannya dengan agama. Padahal maknawiyah yang sehat mampu menjadi pengendali gerak jasad dan penuntun fikiran manusia menuju kepuasan dan ketenangan batin yang hakiki.

Penguatan maknawiyah bisa diperoleh dalam forum-forum pengajian dan majelis taklim. Namun begitu, hampir semua majelis taklim tidak mengenal tangga-tangga tahapan untuk mencapai syakhsiyah Islamiyah. Bahkan faktanya para ustadz, kyai, penceramah dan mubaligh tidak terlalu ambil pusing dengan dampak dari isi ceramahnya terhadap para pendengarnya. Pokoknya nasehat agama sudah disampaikan. Titik. Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari diserahkan sepenuhnya pada semua hadirin. Makanya, jarang sekali ditemukan orang yang syakhsiyah Islamiyahnya tumbuh dan besar dari lingkungan majelis taklim ataupun pengajian umum.

Disinilah letaknya perbedaan output antara pengajian umum dan forum halaqoh. Di dalam forum halaqoh, karakter islami ditumbuhkan, dirawat dan dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan meliputi ketiga potensi manusia. Di halaqoh, selain diisi dengan tausiyah (nasehat) dan taujih (arahan) agama, tersedia juga latihan-latihan beramal yang berat-ringannya disesuaikan dengan kesiapan anggotanya. Insya Allah secara perlahan dan secara manusiawi, profil pribadi muslim akan terbangun setahap demi setahap.

Pada tahap awal, karakter yang ingin dibangun adalah tumbuhnya perangai islami yang asasi dalam diri seorang muslim. Pada saat yang sama ia harus berupaya terlepas dari belenggu kemusyrikan serta memutuskan hubungan dengan siapa saja yang memusuhi Islam. Berikut ini adalah aspek-aspek dasar yang diharapkan bisa tumbuh dalam setiap pribadi muslim, yang terangkum dalam apa yang disebut syakhsiyah Islmaiyah I:

ASPEK AQIDAH

  1. Tidak berhubungan dengan jin
  2. Tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
  3. Tidak meramal nasib dengan melihat telapak tangan
  4. Tidak menghadiri majelis dukun dan peramal
  5. Tidak meminta berkah dengan mengusap-usap kuburan
  6. Tidak meminta tolong kepada orang yang telah dikubur (mati)
  7. Tidak bersumpah dengan selain Allah swt
  8. Tidak tasya’um (merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu)
  9. Mengikhlaskan amal untuk Allah swt
  10. Mengimani rukun iman
  11. Beriman kepada nikmat dan siksa kubur
  12. Mensyukuri nikmat Allah swt saat mendapatkan nikmat
  13. Menjadikan syetan sebagai musuh
  14. Tidak mengikuti langkah-langkah syetan
  15. Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya


ASPEK IBADAH

  1. Ihsan dalam Thaharah (bersuci)
  2. Ihsan dalam shalat
  3. Hafal Surat Adh-Dhuha s.d An-Naas
  4. Membayar zakat
  5. Berpuasa fardhu
  6. Niat melaksanakan haji
  7. Komitmen dengan adab tilawah
  8. Menjauhi dosa besar
  9. Memenuhi nadzar
  10. Menyebar luaskan salam
  11. Menahan anggota tubuh dari segala yang haram
  12. Tidak sungkan adzan
  13. Bersemangat untuk shalat berjamaah
  14. Bersemangat untuk berjamaah di masjid
  15. Qiyamul-Lail minimal sekali sepekan
  16. Berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan
  17. Khusyu’ dalam membaca Alquran
  18. Hafal satu juz Alquran
  19. Komitmen dengan wirid tilawah harian
  20. Berdoa pada waktu-waktu utama
  21. Menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristighfar
  22. Berniat pada setiap melakukan perbuatan
  23. Merutinkan dzikir pagi hari
  24. Merutinkan dzikir sore hari
  25. Dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan
  26. Beriktikaf pada bulan Ramadhan, jika mungkin
  27. Mempergunakan siwak
  28. Senantiasa menjaga kondisi Thaharah, jika mungkin

ASPEK AKHLAQ

  1. Tidak takabbur (sombong)
  2. Tidak imma’ah (asal ikut-ikutan, tidak punya prinsip)
  3. Tidak dusta
  4. Tidak mencaci-maki
  5. Tidak mengadu domba
  6. Tidak ghibah (membicarakan kejelekan orang lain)
  7. Tidak menjadikan orang buruk sebagai teman/sahabat
  8. Memenuhi janji
  9. Birrul Walidain (berbakti pada orang tua)
  10. Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada keluarganya
  11. Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya
  12. Tidak memotong pembicaraan orang lain
  13. Tidak mencibir dengan isyarat apapun
  14. Tidak menghina dan meremehkan orang lain
  15. Menyayangi yang kecil
  16. Menghormati yang besar
  17. Menundukkan pandangan
  18. Menyimpan rahasia
  19. Menutupi dosa orang lain

ASPEK HARTA DAN KEKAYAAN

  1. Menjauhi sumber penghasilan haram
  2. Menjauhi riba
  3. Menjauhi judi dengan segala macamnya
  4. Menjauhi tindak penipuan
  5. Membayar zakat
  6. Tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain
  7. Menabung, meskipun sedikit
  8. Menjaga fasilitas umum
  9. Menjaga fasilitas khusus

ASPEK KEILMUAN

  1. Baik dalam membaca dan menulis
  2. Memperhatikan hukum-hukum tilawah (kaidah membaca Al-Quran)
  3. Mengkaji marhalah Makkiyah (fase kehidupan Nabi Muhammad ketika di Makkah) dan menguasai karakteristiknya
  4. Mengenal 10 sahabat yang dijamin masuk surga
  5. Mengetahui hukum Thaharah
  6. Mengetahui hukum Shalat
  7. Mengetahui hukum Puasa
  8. Menyadari adanya peperangan zionisme terhadap Islam
  9. Mengetahui ghazwul fikri (perang pemikiran)
  10. Mengetahui organisasi-organisasi terselubung
  11. Mengetahui bahaya pembatasan kelahiran
  12. Berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’i
  13. Membaca satu juz tafsir Alquran (juz 30)
  14. Menghafalkan separuh Arba’in (1-20)
  15. Menghafalkan 20 hadits pilihan dari Riyadhush-Shalihin
  16. Membaca sesuatu yang di luar spesialisasinya 4 jam setiap pekan
  17. Memperluas wawasan diri dengan sarana-sarana baru
  18. Menjadi pendengar yang baik
  19. Mengemukakan pendapatnya

ASPEK KESEHATAN

  1. Bersih badan
  2. Bersih pakaian
  3. Bersih tempat tinggal
  4. Komitmen dengan olah raga 2 jam setiap pekan
  5. Bangun sebelum fajar
  6. Memperhatikan tata cara baca yang sehat
  7. Mencabut diri dari merokok
  8. Komitmen dengan adab makan dan minum sesuai dengan sunnah
  9. Tidak berlebihan dalam begadang
  10. Menghindari tempat-tempat kotor dan polusi
  11. Menghindari tempat-tempat bencana (bila masih di luar area)

ASPEK KESUNGGUHAN JIWA

  1. Menjauhi segala yang haram
  2. Menjauhi tempat-tempat maksiat
  3. Menjauhi tempat-tempat bermain yang haram

ASPEK TATA KELOLA

  1. Tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang Islam
  2. Memperbaiki penampilannya

ASPEK MANAJEMEN WAKTU

  1. Bangun pagi
  2. Menghabiskan waktu untuk belajar

ASPEK KEMANFAATAN BAGI YANG LAIN

  1. Melaksanakan hak kedua orang tua
  2. Membantu yang membutuhkan
  3. Memberi petunjuk orang tersesat
  4. Ikut berpartisipasi dalam kegembiraan
  5. Menikah dengan pasangan yang sesuai

Wallahu’alam

1 komentar:

  1. Artikel yang sangat bermanfaat.,, Jazzakallah khairan

    Silakan kunjungi website kami : http://www.tehsekarmelati.com

    BalasHapus